Perhitungan ongkos kirim kargo menggunakan acuan berat fisik, berat volume, atau kubikasi CBM. Pelajari rumus lengkap kargo darat, laut, dan udara di LSS Logistics agar anggaran pengiriman Anda akurat.
Banyak pemilik bisnis dan pengusaha retail sering kali terkejut saat menerima tagihan akhir ongkos kirim kargo dari penyedia jasa ekspedisi. Biaya yang tertera pada faktur penagihan kerap kali jauh melampaui estimasi awal karena adanya perbedaan antara berat timbangan fisik (berat aktual) dan berat volume barang.
Dalam dunia distribusi logistik, kapasitas ruang muat armada kapal, truk, maupun pesawat adalah aset utama yang diperhitungkan. Barang yang berukuran besar tetapi bobotnya ringan—seperti kerajinan tangan, produk plastik, peralatan rumah tangga, hingga tekstil—akan menyita tempat yang luas. Oleh sebab itu, ekspedisi menetapkan tagihan berdasarkan acuan mana yang nilainya paling tinggi antara berat aktual atau berat volume (Chargeable Weight).
Rumus lengkap perhitungan volume kargo di LSS Logistics
Agar alokasi anggaran operasional bisnis Anda tetap akurat, berikut panduan standar rumus perhitungan volume kargo berdasarkan moda pengirimannya.
- Berat Volume Darat dan Laut (kg): Rumus yang digunakan adalah (Panjang x Lebar x Tinggi dalam cm) dibagi 4.000.
- Berat Volume Udara Standard / Lion Air (kg): Rumus bawaan maskapai Lion Air adalah (Panjang x Lebar x Tinggi dalam cm) dibagi 5.000.
- Berat Volume Udara Maskapai Lain (kg): Jika Anda meminta/menggunakan maskapai lain seperti Garuda Indonesia atau Citilink, rumusnya adalah (Panjang x Lebar x Tinggi dalam cm) dibagi 6.000.
- Hitungan Kubikasi CBM (m³): Rumus untuk menghitung total volume meter kubik adalah (Panjang x Lebar x Tinggi dalam cm) dibagi 1.000.000.
Khusus untuk pengiriman via udara (Air Freight), perlu diperhatikan bahwa skema pengiriman menggunakan sistem Door-to-Port. Artinya, barang Anda dapat dijemput langsung dari alamat pengirim, namun saat tiba di kota tujuan, penerima akan mengambil barang tersebut langsung di bandara.
Contoh penerapan perhitungan pada kargo nyata
Sebagai gambaran praktis, bayangkan Anda ingin mengirimkan 1 koli barang dengan dimensi panjang 100 cm, lebar 80 cm, dan tinggi 100 cm, dengan berat timbangan fisik sebesar 50 kg.
Jika dikirim melalui kargo darat atau laut, berat volumenya adalah (100 x 80 x 100) / 4.000 = 200 kg. Karena 200 kg lebih besar dari berat fisik (50 kg), maka biaya yang dihitung adalah 200 kg.
Jika dikirim via udara menggunakan armada Lion Air, berat volumenya adalah (100 x 80 x 100) / 5.000 = 160 kg. Namun jika Anda meminta maskapai Garuda atau Citilink, perhitungannya menjadi (100 x 80 x 100) / 6.000 = 133,3 kg.
Sementara itu, jika pengiriman kargo laut Anda dihitung berdasarkan tarif kubikasi (CBM), total volumenya adalah (100 x 80 x 100) / 1.000.000 = 0,8 m³.
Tips menghemat alokasi biaya pengiriman kargo
- Gunakan kemasan kardus atau peti kayu yang dirancang pas dengan dimensi barang tanpa meninggalkan terlalu banyak ruang kosong di dalamnya.
- Manfaatkan metode pengemasan knock-down atau melepaskan bagian barang yang bisa dirakit kembali agar dimensi kemasan jauh lebih ringkas.
- Pahami skema pengiriman moda udara (Door-to-Port) agar Anda bisa menyiapkan armada penjemputan barang di bandara tujuan secara efisien.
- Pastikan proses pengukuran dimensi dilakukan secara akurat setelah barang selesai dipacking total, termasuk menghitung ketebalan palet kayu.
Memahami rincian kalkulasi volume kargo secara presisi adalah kunci utama untuk menjaga kestabilan arus kas dan efisiensi rantai pasok bisnis Anda. Bila Anda membutuhkan kepastian estimasi perhitungan biaya pengiriman yang transparan, tim operasional LSS Logistics siap mendampingi dan memberikan solusi moda pengiriman terbaik untuk mendukung pertumbuhan usaha Anda.